Roni Pasla Minta DLHK Perbaiki Papan ISPU di Pekanbaru Yang Tidak Berfungsi

Mawardi Tombang
Sabtu, 6 Maret 2021 09:00:00

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru- Papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) merupakan alat untuk mengetahui tingkatan kualitas udara. Beberapa titik di Riau mengalami Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), sehingga menimbulkan kabut asap.

Untuk mengetahui tingkatan kabut asap ini, dapat dilihat dipapan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Sayangnya, papan ISPU ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Pasla menyebut, pihaknya meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru untuk melakukan pengecekan dan memperbaiki kembali fungsi papan ISPU tersebut.

"Kita minta DLHK untuk mengecek kembali papan ISPU itu. Karena DLHK yang bertanggung jawab terhadap ISPU," ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengatakan, papan ISPU memiliki peran dan fungsi yang penting untuk mengukur tingkat polusi udara di Kota Pekanbaru.

Baca: Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional

Tentunya, berfungsinya papan ISPU ini berguna bagi masyarakat agar bisa menjaga kesehatannya dan juga terhindar dari kondisi udara yang tidak baik. Hal ini dikarenakan papan ISPU menjadi sumber informasi untuk mengetahui tentang kondisi polusi udara Kota Pekanbaru.

"Jangan sampai corona muncul, kemudian muncul lagi asap. Tentu ini harus diantisipasi. Mengantisipasinya tentu dengan alat-alat ukur yang ada terpasang sekarang yang kini harus diaktifkan kembali," jelasnya.

Diketahui, Kota Pekanbaru memiliki tiga papan ISPU. Tiga alat tersebut berada di Jalan Sudirman (Depan Kantor MPP Pekanbaru), Jalan Tuanku Tambusai (Simpang SKA), dan Jalan HR Soebrantas (Balai Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Pemprov Riau).



Lainnya
SP2D Online Dipercepat, Gaji ASN Pemprov Riau Kini Cair Real Time
SP2D Online Dipercepat, Gaji ASN Pemprov Riau Kini Cair Real Time
Pendeta di Kuansing Dukung Penerapan Prokes Sebelum Iba
Inflasi Sumut Makin Tinggi, Bank Indonesia Minta Pemeri
CEO Rappler Ditangkap Lagi Atas Tuduhan Langgar UU
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar