DPRD Pekanbaru Minta Kepolisian dan Satpol PP Sikat Perjudian Gelper di Pekanbaru
KANALSUMATERA.com - Pekanbaru- Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid meminta aparat kepolisian dan Satpol PP untuk segera menertibkan praktik perjudian Gelanggang Permainan (Gelper) yang kembali meresahkan masyarakat Pekanbaru.
"Kita berharap kepolisian bisa menegakkan hukum dengan baik dan kita minta Satpol PP meningkatkan razia terkait Gelper ini. Apalagi kita sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadan. Kita berharap segala bentuk pelanggaran hukum di Pekanbaru disikat atau dihentikan agar masyarakat tenang dan tentram," kata Isa Lahamid, pada Kamis (25/3/2021).
Menurutnya, Perda Nomor 5 Tahun 2002 tentang Ketertiban Umum harus ditegakkan dan pihak Penegak Perda dalam hal ini Satpol PP bisa mengambil tindakan tegas kepada pelaku usaha yang kedapatan membandel.
"Kita minta semua pelaku usaha agar jangan melanggar semua aturan dan hukum yang berlaku, termasuk aturan tentang prokes anti Covid 19 dan kita dari Komisi I akan menindaklanjuti bila ada laporan warga terkait hal ini," kata Politisi PKS yang saat ini duduk di Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum ini.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah tempat perjudian gelanggang permainan atau Gelper di Kota Pekanbaru, kini kembali beropersi. Sebelumnya, muncul kabar, judi mesin ini sempat tutup beberapa bulan.
Kemudian, dari data yang dihimpung di lapangan, Kepolisian Daerah (Polda) Riau, menindak tegas gelper ini beroperasi. Tinjauan di lapangan, tempat perjudian ini masih ada yang belum buka, disinyalir sembari menunggu arahan.
Selain itu, ternyata ada beberapa tempat perjudian yang kembali beroperasi, di antaranya di Jalan Riau. Tampak sejumlah masyarakat penikmat judi mesin ini lengah setelah bebarapa bulan ditutup.
Salah seorang pekerja gelper menuturkan, dirinya sempat dirumahkan oleh pihak gelper, karena mendapat kabar akan berhentinya beroperasi untuk waktu yang belum dipastikan kapan kembali buka.
"Ya, sebelumnya kami sempat dirumahkan oleh pengelola (gelper). Karena informasinya ditutup. Tapi alasannya kita tidak tau. Yang tau mereka lah (bos)," katanya, Senin (22/3/2021).
Ia mengatakan, dirinya akan kembali dihubungi pihak pengelola gelper setelah adanya kabar akan kembali beroperasi.
"Mungkin, kalau buka akan dipanggil lagi sama bos," lanjutnya.
"Sekarang ini sudah ada yang buka (gelper) di Jalan Riau, tapi tempat kita berkerja ini belum buka. Gak tau kenapa," ucapnya.
