Muhammad Sabarudi: Penertiban Tempat Umum di Pekanbaru Harus Adil

Mawardi Tombang
Sabtu, 8 Mei 2021 09:00:00

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru- Pandemi Covid-19 belum kunjung berakhir. Angka penyebaran Covid-19 di Kota Pekanbaru meningkat sejak tiga pekan terakhir ini. Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi menjelaskan gugus tugas Covid-19 yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD dan juga Satpol PP gencar melakukan penertiban.

Untuk diketahui, penertiban ini dilakukan ditempat-tempat umum seperti cafe, rumah makan, hingga pedagang kaki lima. Sabarudi menjelaskan, banyak para pedagang maupun pengusaha kecil yang terkesan cemburu dengan apa yang dilakukan oleh tim gugus tugas Covid-19.

Pasalnya, kecemburuan ini dikarenakan masyarakat mengetahui mal maupun pusat perbelanjaan lainnya tetap beroperasi.

"Masyarakat tahu semuanya, bahwasanya mal dan lainnya beroperasi. Kalau memang masyarakat kelas bawah ditertibkan, kelas atas juga ditertibkan. Jadi harus diperlihatkan keadilan itu," terangnya.

Baca: Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional

Selain itu, Sabarudi juga mengatakan, jika tim gugus tugas Covid-19 melakukan razia, lalu menemukan pedagang maupun pemilik usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan, tim gugus tugas tidak boleh melakukan tindakan yang represif. Tim gugus tugas bisa dan harus melakukan pendekatan dan sosialisasi.

"Agar pedagang dapat berusaha dengan menjaga protokol kesehatan. Satu sisi ini harus disikapi, satu sisi yang lain masyarakat harus menggerakkan ekonominya dan memberi makan keluarganya. Lakukan razia tapi dengan cara yang persuasif," katanya.



Lainnya
Bupati Rohil H. Bistamam Terima Audiensi Kepala BPOM Dumai
Bupati Rohil H. Bistamam Terima Audiensi Kepala BPOM Dumai
Benny Rhamdani: Hanya di Era Jokowi UU Pekerja Migran S
Aleg DPRD Rohul Terkesan Pemalas, Bahkan Pimpinan Parpo
Jadi Kurir Sabu Pil Ekstasi Asal Aceh, Hendri Yosa Ditu
Pendidikan
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket