DPRD Pekanbaru Minta Cek dan Awasi Semua Tempat Layanan Rapid Atau Swab di Pekanbaru

Mawardi Tombang
Kamis, 29 April 2021 09:00:00

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru- Pasca terbongkar praktik layanan rapid test antigen dengan alat bekas, di Bandara Internasional Kualanamu Medan, Sumatera Utara, Indonesia , kemarin, menjadikan semua pihak harus berhati-hati.

Terutama pihak yang berkompeten, yang melaksanakan rapid tes, termasuk penyuplai alat rapid tes antigen tersebut. Tidak terkecuali di Kota Pekanbaru, Riau.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ginda Burnama ST meminta, agar semua pihak di kota ini, memastikan pelaksanaan rapid tes atau pun sejenisnya, berjalan sesuai SOP yang ada.

"Jangan sampai terjadi di Pekanbaru. Karena sangat memalukan dan merugikan masyarakat. Pastikan di semua tempat layanan rapid atau swab, mulai rumah sakit, klinik termasuk di Bandara SSK II juga dicek dan diawasi," tegas Ginda Burnama, Kamis (29/4/2021).

Baca: Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional

Namun, Ginda justru tidak mengkhawatirkan kasus tersebut terjadi di Kota Pekanbaru.

Akan tetapi, peluang dan potensi untuk itu terbuka lebar, jika pengawasannya lemah. Apalagi dengan kondisi yang memungkinkan, oknum bisa melancarkan aksinya dengan berbagai cara.

"Makanya kita minta, pengawasan yang harus diketatkan. Terutama pihak yang langsung bersentuhan dengan alat rapid tersebut, benar-benar diawasi. Sehingga di lapangan bisa sesuai dengan yang diharapkan," lanjut politisi Partai Gerindra ini.

Secara lembaga DPRD dan secara pribadi, Ginda Burnama mengaku sangat menyesalkan terjadinya kasus tersebut di Kualanamu, Medan.

Seharusnya, di tengah bangsa ini sedang berjuang untuk meminimalisir dan mengantisipasi kasus pandemi Covid 19 agar tidak menyebar lagi, tidak seharusnya ada oknum yang mencari keuntungan.

"Kejadian di luar kota (Kualanamu) seperti itu, sangat kita sayangkan. Masyarakat menjadi kecewa dengan pihak-pihak yang menyelenggarakan. Pemerintah juga dirugikan dengan ulah oknum-oknum yang ingin mencari keuntungan semata," tuturnya.

Selain itu, ia meminta kepada petugas medis di Kota Pekanbaru, umumnya di Indonesia, bekerja sesuai aturan yang ada. Jangan menambah penderitaan masyarakat, di situasi sulit seperti sekarang ini.



Lainnya
Pelajar SMP Bintan Belajar Masak di Banyan Tree Lagoi dengan Chef Internasional
Pelajar SMP Bintan Belajar Masak di Banyan Tree Lagoi dengan Chef Internasional
757 Kepri Jaya FC Kalahkan PS Batam di Liga 3 Kepri: Ju
Sabu 5,78 Kg Diamankan di Kargo Bandara RHF Tanjungpina
Copa Del Rey: Barcelona Tumbang di Kandang Sevilla
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung