Hasil Hearing Komisi IV DPRD Pekanbaru, Poemik Pengangkutan Sampah Masih Tumpang Tindih

Mawardi Tombang
Selasa, 13 April 2021 09:00:00

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru- Hingga saat ini polemik pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru tak kunjung usai dan masih tumpang tindih. Hasil hearing Komisi IV DPRD Pekanbaru, dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Senin kemarin, menguak persoalan ini.

Diketahui, dua perusahaan yakni PT Godang Tua Jaya (GTJ) dan PT Samhana Indah (SI), memenangkan tender pengangkutan sampah, di dua zona di Kota Pekanbaru.

Dua perusahaan ini mengangkut sampah, dari TPS ke TPA Muara Fajar, Rumbai. Sementara saat ini, masih ada pengangkutan sampah, dari rumah warga ke TPA Jalan Uka Panam, yang dilakukan warga menggunakan jalur mandiri.

Pengangkutan sampah ini sudah berlangsung lama. Warga lebih memilih memakai jalur mandiri ini, karena mengangkut sampah dari rumah warga ke TPA. Sedangkan perusahaan, hanya mengangkut dari TPS (tumpukan sampah) ke TPA Muara Fajar.

"Ya, berdasarkan laporan dari DLHK, memang terjadi tumpang tindih pengangkutan sampah, secara mandiri oleh masyarakat dan oleh pihak ketiga hasil lelang," kata Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST, Selasa (13/4/2021).

Baca: Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional

Kemudian, ia menjelaskan pengangkutan secara mandiri terbentuk, pasca persoalan sampah sedang carut marut nya, bahkan ada pula TPA tersendiri dari mandiri di Jalan Uka, TPA Panam. Sedangkan pihak ketiga GTJ dan SI menggunakan TPA Muara Fajar.

Terjadinya dualisme ini, harus segera dicarikan solusinya. Bahkan di sini harus ada peran kepala daerah, agar masalah ini tidak berkepanjangan.

"Makanya sekarang, DLHK ini dinas yang paling ribet. Ada pemenang kontrak, ada jalur mandiri. Masalahnya sekarang, pada retribusinya," tegas Sigit.



Lainnya
PT. Bukit Batu Hutani Alam Gelar Edukasi Karhutla di SMPN 1 Bandar Laksamana
PT. Bukit Batu Hutani Alam Gelar Edukasi Karhutla di SMPN 1 Bandar Laksamana
Menang 2-1 Atas Real Madrid, Barcelona Kokoh di Puncak
Merasa Dianaktirikan, Perwakilan Honorer Ramai Gugat ke
Video: Batal Terbang dari Batam ke Anambas, UAS Sindir
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I